Cara Setting Indikator RSI

Pernahkah kalian merasa sudah capek-capek Setting Indikator RSI Akurat, tapi pas dipakai tetap saja hasilnya meleset? Tenang, itu hal yang sangat sering terjadi. Biasanya bukan karena RSI-nya yang tidak akurat, tapi ada beberapa penyebab lain yang bikin setting-nya jadi kurang pas.

Mulai dari pilihan timeframe, kondisi market yang lagi tidak stabil, sampai cara baca sinyal yang keliru. Karena itu, penting untuk ngerti dulu apa yang biasanya bikin RSI susah akurat, biar nanti setting yang kalian pakai benar-benar bekerja.

Nah pada kesempatan kali ini akan dibahas secara lebih detail tentang Cara Setting Indikator RSI Akurat, simak saja sampai tuntas ya artikel dibawah ini !

Apa itu RSI?

Cara Setting Indikator RSI

Dari judul Cara Setting Indikator RSI Akurat diatas, mungkin kalian langsung mikir, RSI itu apa ? Jadi RSI (Relative Strength Index) itu indikator yang dulu dibuat sama J. Welles Wilder Jr. sekitar tahun 1978. 

Cara kerjanya, dengan hitung rata-rata profit dibanding rata-rata loss, dan angka itu dibuat dalam skala 0–100 biar mudah dibaca.

Nilai-nilainya juga punya arti sendiri. Biasanya kalau RSI sudah di atas 70, itu disebut overbought atau harga sudah naik kejauhan. Kalau di bawah 30, berarti oversold, harga sudah turun terlalu dalam. 

Level 50 di tengah-tengah sering dipakai untuk lihat momentum, apakah masih searah tren atau mulai melemah. Tapi ya, RSI ini juga tidak selalu patuh”. 

Kalau market lagi trending kuat, dia bisa betah nongkrong di zona overbought atau oversold, jadi kadang sinyalnya kurang bisa diandalkan.

Dan di luar RSI, banyak trader juga nambahin konsep lain, yaitu cara menentukan inducement forex biar entry jadi lebih pas.

Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Setting RSI

Setting Indikator RSI Akurat

Adakah faktor yang bikin akurasi setting RSI jadi berubah-ubah? Jelas ada. Dan faktor-faktor ini penting untuk dipahami, apalagi kalau mau maksimalkan hasil analisa.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya Cara Setting Indikator RSI Akurat :

FaktorPenjelasan
Periode RSIPeriode pendek bikin RSI lebih cepat nangkap gerakan harga, sedangkan periode panjang bikin sinyal lebih adem dan tidak mudah kebawa noise.
Time frame chartTiap timeframe punya karakter beda, timeframe kecil butuh RSI yang lebih gesit, sedangkan time frame besar enaknya pakai setting yang lebih kalem.
Volatilitas asetKalau asetnya labil, setting RSI perlu disesuaikan biar sinyalnya tetap masuk akal dan tidak sering bohong.
Kombinasi indikatorRSI makin oke kalau dipasangkan indikator lain untuk nyaring sinyal, misalnya ADX biar tahu tren lagi kuat atau tidaknya.

Strategi Cara Setting Indikator RSI Akurat Berdasarkan Gaya Trading

Langsung aja ke strategi cara setting RSI yang akurat. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa kalian pakai, tinggal sesuaikan aja sama gaya trading masing-masing.

1. Scalping

Kalau kalian tipe yang senang masuk keluar market dengan cepat, RSI yang pendek seperti periode 5, 7, atau 9 lebih cocok untukmu, karena pergerakan kecil akan langsung kelihatan. 

Biasanya trader scalping akan nunggu momen ketika RSI sudah menunjukan tanda ekstrem, lalu lihat gerakan candle untuk memastikan apakah harganya beneran mau muter arah.

2. Swing Trading / Harian

Untuk yang suka nge hold beberapa jam sampai beberapa hari, RSI yang lebih kalem bisa jadi pilihan, misalnya periode 14. Level 70/30 masih oke dipakai, tinggal disesuaikan saja sama kondisi market. 

Garis 50 di RSI juga terasa seperti garis mood harga, kalau stay di atas 50 biasanya sentimen naiknya kuat, kalau turun di bawah 50 berarti dorongan turun lagi dominan.

3. Position Trading / Jangka Panjang

Kalau gaya trading mu lebih santai dan ikut tren besar, RSI yang periodenya panjang sekitar 20 atau 21 lebih masuk akal biar kalian tidak mudah kegoda sama gerakan kecil. 

Satu lagi, RSI biasanya ditemani sama indikator ADX, biar kalian bisa lihat apakah sinyalnya sejalan sama arah besar market.

Tips Agar Cara Setting Indikator RSI Akurat

Setting Indikator RSI Akurat

Terakhir, kita masuk ke bagian yang juga paling ditunggu, yaitu tentang Tips Agar Cara Setting Indikator RSI Lebih Akurat. 

Pasti kalian juga penasaran kan gimana caranya biar RSI nggak sering ngaco ? Nah, berikut beberapa tipsnya : 

TipsPenjelasan 
Mulai dari setting defaultPakai dulu periode 14 dan level 70/30, baru nanti pelan-pelan coba ubah kalau dirasa kurang pas.
Simpan template indikatorKalau sudah nemu setting yang cocok, langsung save biar nanti tinggal pakai tanpa ribet.
Gunakan manajemen risikoJangan cuma ngandalin RSI doang, tetap lihat pergerakan harga, setup, dan posisi supaya lebih aman.
Review dan sesuaikan rutinKalau market berubah (misalnya makin volatile atau tren geser), cek lagi setting RSI dan sesuaikan kalau perlu.

Contoh Setting Indikator RSI Akurat

Misalnya kalian trading emas di time frame intraday dan pakai RSI periode 7 dengan level 80/20, setting ini sering dipilih karena bikin sinyal lebih cepat dan cocok dengan karakter emas yang lincah. 

Kalian juga bisa nambah filter dengan ADX supaya tanda overbought/oversold dari RSI jadi lebih valid. Nah, sambil jalan, banyak trader juga penasaran apa itu inducement dalam forex.

Jadi inducement dalam forex adalah kondisi saat harga dipancing ke area tertentu buat ngambil likuiditas dulu sebelum bergerak ke arah utamanya.

Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan mengenai Cara Setting Indikator RSI Akurat. Sekian dan terimakasih.

Eshter

enthusiast Trading Forex yang sedang Proses mendalami Dan Suka Sharing Pengatahun Trading

Bagikan:

Tags: