Breakout Pattern

Sama seperti istilah Double Top Pattern, Breakout Pattern juga termasuk istilah yang cukup asing jika kalian termasuk trader pemula, karena 2 istilah tersebut hanya muncul di pembahasan analisis teknikal yang terkesan rumit di awal bagi pemula. 

Padahal sebenarnya, istilah tersebut sangat penting untuk dipahami kalau kalian benar-benar ingin paham cara membaca pergerakan harga, mengenali momentum pasar, dan tidak sekadar masuk posisi hanya dari feeling semata.

Apa Itu Breakout Pattern

Breakout Patterns Jenis Breakout Pattern dan Cara analisa Terbaru

Jadi sebenarnya, apa itu Breakout Pattern? Breakout itu keadaan saat harga berhasil menembus level penting, seperti support atau resistance. 

Kalau diibaratkan, level support dan resistance itu mirip pagar. Jadi, selama harga masih di dalam pagar, geraknya bolak-balik di situ saja. 

Nah, begitu harga berhasil keluar dari pagar tersebut, itulah yang disebut breakout, tanda kalau market mulai mau jalan lebih jauh.

Di price action trading, breakout sering dipakai untuk lihat arah tren. Saat harga tembus resistance, tandanya buyer lagi kuat dan peluang tren naik mulai kebentuk. 

Sebaliknya, kalau support yang ditembus, berarti seller lagi dominan dan harga bisa lanjut turun. Karena itu, banyak trader nunggu momen breakout biar entry-nya lebih masuk akal.

Perlu diingat, breakout di tiap time frame bisa punya arti beda. Breakout di time frame kecil seperti M5 artinya lebih cepat tapi rawan noise dan false breakout, cocok buat trader jangka pendek. 

Sementara breakout di time frame besar seperti H4 lebih kuat dan cocok untuk keputusan trading jangka menengah sampai panjang. 

Dari sini kelihatan jelas kalau memahami konteks time frame itu penting, biar kita tidak salah nangkap sinyal dan bisa ambil keputusan trading yang pas.

Cara Analisis Breakout Pattern

Di atas sudah disampaikan jika trader memang perlu punya pengetahuan yang cukup, karena tanpa pemahaman yang benar, breakout bisa disalahartikan. 

Nah, karena itulah cara analisis Breakout Pattern jadi penting untuk dipelajari. Jadi, pahami dulu beberapa hal berikut : 

1. Support dan Resistance

Support dan resistance itu batas wajar pergerakan harga. Selama harga masih mentok di area ini, market belum ke mana-mana. 

Jadi semisal harga berkali-kali gagal tembus resistance dan suatu saat berhasil menembus dan ditutup jelas di atas level tersebut, itu bisa jadi tanda awal breakout ke atas. 

Sebaliknya, kalau harga berkali-kali mantul di support lalu akhirnya jebol ke bawah, itu jadi sinyal awal kalau harga siap lanjut turun.

2. Volume Perdagangan

Volume perdagangan itu menunjukkan seberapa ramai market saat breakout. Kalau harga tembus level penting dan volumenya ikut naik, artinya banyak trader yang ikut dorong pergerakan, jadi peluang lanjutnya lebih besar. 

Tapi beda cerita kalau harganya tembus pelan-pelan tapi volumenya sepi. Di keadaan ini, kalian perlu hati-hati karena bisa jadi cuma jebakan.

3. Momentum Harga

Momentum dipakai untuk lihat tenaga di balik pergerakan harga. Nah, indikator seperti RSI atau MACD sering dipakai buat bantu konfirmasi. 

Kalau breakout terjadi dan momentum ikut menguat, itu sinyal kalau harga masih bisa dilanjut, bukan hanya naik atau turun sebentar lalu balik arah.

Jenis Breakout Pattern

Breakout Pattern

Sama seperti pola lainnya, Breakout Pattern juga punya beberapa jenis, jadi tidak melulu satu saja. Tiap jenis punya cara bacanya sendiri, tergantung kondisi market. 

Karenanya, makin paham jenis-jenis breakout, makin mudah juga untuk menyesuaikan strategi dan tidak asal ambil posisi. Adapun berikut Jenis-Jenis Breakout Pattern :

Jenis Breakout PatternPenjelasan
Triangle Breakout PatternHarga lagi konsolidasi dan ruang geraknya makin menyempit. Breakout muncul saat harga keluar dari salah satu sisi segitiga.
Rectangle Breakout PatternHarga gerak bolak-balik di area yang sama. Breakout terjadi saat harga akhirnya keluar dari batas atas atau bawah range.
Flag & PennantHarga sempat gerak kuat lalu istirahat sebentar. Setelah itu, harga akan lanjut breakout searah trend.
Head and Shoulders / InverseSering muncul saat arah market mau berubah dan Breakout terjadi saat harga tembus garis lehernya

Cara Mengidentifikasi Breakout Pattern secara visual

Pasti banyak juga yang penasaran soal cara mengidentifikasi breakout langsung dari chart, karena kadang harga kelihatan tembus tapi ujung-ujungnya balik lagi. 

Nah, biar tidak kejebak, ada beberapa cara yang biasa dipakai trader :

1. Lihat candle close.

Breakout yang lebih meyakinkan itu biasanya ditutup jelas di atas resistance atau di bawah support, bukan hanya ekornya saja yang nyentuh.

2. Perhatikan volume

Kalau harga tembus dan volume ikut naik, nah itu tandanya pergerakan sudah didukung banyak trader.

3. Tunggu retreat atau pullback

Setelah breakout, harga sering balik sebentar ke area yang ditembus, lalu lanjut lagi. Di momen inilah, entry terasa lebih aman dan tidak buru-buru.

Risiko dalam Breakout Pattern

Terakhir, ada juga risiko Breakout Pattern yang wajib dipahami, apalagi mengingat fluktuasi harga forex yang sering tidak terduga. Kalau terlalu pede malah bisa bikin rugi.

Yang paling sering kejadian itu false breakout. Harga kelihatan tembus level penting, tapi tidak lama malah balik arah. 

Biasanya masalah ini terjadi karena dorongan market lemah. Nah, biar kalian tidak kejebak, jangan buru-buru entry, tunggu candle close, cek volume, atau tunggu pullback dulu.

Selain itu, volatilitas setelah breakout juga bisa jadi tantangan. Harga sering gerak cepat dan tajam jadi bikin trader mudah panik. Makanya, manajemen risiko tetap kunci.

Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan mengenai Jenis Breakout Pattern dan Cara analisisnya. Sekian dan terimakasih.

Eshter

enthusiast Trading Forex yang sedang Proses mendalami Dan Suka Sharing Pengatahun Trading

Bagikan:

Tags: