Double Bottom Pattern

Buat kalian yang baru pertama kali dengar Double Bottom Pattern, tenang saja, ini bukan istilah ribet yang hanya dipahami trader senior saja. Jadi, double bottom pattern adalah salah satu chart pattern terpopuler di technical analysis, bahkan bisa dibilang pola yang sering jadi andalan banyak trader. 

Kenapa bisa sepopuler itu? Karena bentuknya cukup mudah dikenali, mirip huruf W, dan bisa kalian temui setelah harga lama bergerak turun. 

Karena sering muncul di berbagai market dan time frame, tidak heran kalau double bottom pattern jadi pola favorit, apalagi untuk trader yang ingin analisa teknikal yang simpel.

Double Bottom Pattern

Double Bottom Pattern

Jadi kita bahas lagi ya yang lebih detail. Jadi, Double Bottom Pattern itu salah satu chart pattern dalam analisis teknikal yang muncul setelah harga lama bergerak turun. 

Seperti yang dibahas di atas, pola ini sering dipakai untuk melihat tanda awal pembalikan tren ke atas. Ciri khasnya ada dua lembah harga di level yang hampir sama.

Dan banyak juga menyebutnya seperti membentuk pola huruf W, yang menandakan area support cukup kuat dan tekanan jual mulai melemah.

Double Bottom Pattern juga dianggap bullish karena saat harga berhasil naik melewati pantulan di tengah pola, pembeli mulai terlihat lebih dominan. 

Tapi biar analisa seperti ini benar-benar maksimal, selalu pastikan juga kalian trading di broker yang aman dan legal ya.

Misalnya yang masuk dalam Daftar Broker Forex yang Terdaftar di Bappebti, biar  strategi yang dipakai tidak hanya bagus di chart, tapi juga aman di praktiknya.

Komponen Double Bottom Pattern

Kalau pengertiannya sudah paham, sekarang kita lanjut ke Komponen Double Bottom Pattern, karena bagian ini juga tidak kalah penting. Berikut komponen-komponen yang diamksud 

KomponenPenjelasan 
Downtrend awalBisa dilihat setelah harga lama bergerak turun. Kondisi yang penting karena perubahan arah baru lebih masuk akal kalau sebelumnya ada tekanan jual kuat.
Bottom pertamaHarga jatuh ke level rendah lalu memantul dan mulai terlihat juga  pembeli muncul dan coba menahan penurunan.
Bottom keduaHarga kembali turun ke area yang kurang lebih sama, tapi kali ini gagal jatuh lebih dalam. Dari sini kelihatan kalau dorongan jual mulai melemah.
NecklinePuncak harga di antara dua pantulan. Saat level tersebut berhasil dilewati, arah pergerakan mulai condong ke atas dan lebih meyakinkan.
Volume tradingKenaikan harga yang dibarengi volume lebih ramai  menunjukkan minat beli sudah lebih serius, bukan sekadar pantulan sementara.

Psikologi Pasar di Balik Double Bottom Pattern

Bicara soal double bottom pattern, sebenarnya yang kelihatan di chart itu hanya gambarnya saja, tapi dibaliknya ada cerita soal suasana pasar. 

Di awal, harga turun dan mayoritas orang masih kepikiran “kayaknya akan turun lagi.” Penjual masih ramai, rasa takut masih dominan, makanya harga bisa jatuh cukup dalam.

Begitu harga nyentuh area yang sama untuk kedua kalinya, situasinya mulai beda. Dorongan jual tidak segalak sebelumnya, malah mulai muncul pembeli yang berani ambil posisi. 

Saat harga pelan-pelan naik dan akhirnya lewat dari area pantulan sebelumnya, keadaan pasar ikut berubah. 

Yang tadinya ragu mulai optimis, pembeli makin pede, dan dari sanalah double bottom pattern sering dibaca sebagai tanda awal pasar siap berbalik arah.

Cara Mengidentifikasi Double Bottom Pattern dalam Chart

Double Bottom Pattern

Kalau sudah sampai tahap ini, sebenarnya cara ngenalin double bottom pattern di chart tentu sudah kalian pahami ya. 

Jadi lihat dulu apakah sebelumnya harga memang lagi turun. Kalau iya, lanjut amati area bawah dan cari dua titik terendah yang posisinya kurang lebih sejajar. 

Dari situ, harga sempat mantul di tengah, dan area pantulan itu jadi patokan penting buat langkah selanjutnya.

Nah, saat harga mulai bergerak naik mendekati area tersebut, tinggal perhatikan pergerakannya dan siapkan eksekusi forex yang matang. 

Volume yang mulai ramai sering jadi tanda kalau minat beli makin kuat. Dengan membaca alurnya pelan-pelan, proses eksekusi pun jadi lebih tenang.

Kelebihan dan Kekurangan Double Bottom Pattern

Dari penjelasan double bottom pattern di atas, mungkin ada yang mikir kalau pola ini hampir nggak punya celah. Padahal kenyataannya, setiap strategi dan pola teknikal pasti punya dua sisi.

Adapun untuk Kelebihan dan Kekurangan Double Bottom Pattern adalah : 

KelebihanKekurangan
Mudah dikenali karena bentuknya jelas dan sering muncul di chart, bahkan untuk pemulaKadang harga terlihat sudah menembus area penting, tapi ternyata hanya tipuan pasar.
Memberi gambaran awal jika tekanan jual melemah dan pembeli mulai ambil alih pasar.Proses terbentuknya bisa cukup lama, jadi kurang cocok buat yang suka trading cepat.
Cocok dipakai untuk lihat peluang pembalikan tren dari turun ke naik.Tidak selalu akurat kalau dipakai tanpa bantuan indikator atau konfirmasi lain.
Bisa digunakan di berbagai market, seperti forex, saham, maupun kripto.Di kondisi pasar yang sideways, bentuknya bisa menipu dan sulit dibedakan 
Lebih nyaman dipakai di time frame menengah sampai panjang.Kurang efektif untuk gaya scalping yang butuh sinyal instan.
Memberi area masuk yang cukup jelas setelah harga menembus puncak pantulan.Penentuan level masuk dan stop loss tetap butuh pengalaman dan latihan.
Bisa dikombinasikan dengan indikator lain untuk meningkatkan akurasi sinyal.Performa pola di masa lalu tetap tidak menjamin hasil yang sama di masa depan.

Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan mengenai Double Bottom Pattern dan Cara Mengidentifikasinya. Sekian dan terimakasih.

Eshter

enthusiast Trading Forex yang sedang Proses mendalami Dan Suka Sharing Pengatahun Trading

Bagikan:

Tags: