pola candlestick

Pasti kalian pernah lihat pola candlestick lalu kepikiran, sebenarnya apa sih maksud dari bentuk-bentuk lilin itu dan gimana cara membacanya? Pertanyaan seperti ini sangat wajar muncul, apalagi buat orang yang baru pertama kali terjun ke dunia trading dan lihat chart harga. 

Candlestick memang kelihatan sederhana, tapi dibalik tiap bentuknya ada gambaran tentang pergerakan harga, pertarungan antara buyer dan seller, serta potensi arah pasar ke depan. 

Jadi rasa penasaran itu justru tanda awal yang bagus, karena dari sinilah trader bisa mulai belajar memahami market dengan lebih logis, jadi bukan sekadar tebak-tebakan.

Apa Itu Pola Candlestick

pola candlestick

Jadi sebenarnya apa itu pola candlestick? Jadi, candlestick itu adalah cara harga berbicara di chart. Dari satu lilin saja, kita bisa tahu harga buka, tutup, tertinggi, dan terendah dalam satu waktu. 

Bentuk badannya dan sumbunya bisa menunjukkan siapa yang lagi dominan, buyer atau seller, jadi kalian bisa lihat tekanan pasar lagi condong ke mana

Pola-pola ini sering juga dipakai buat baca pergerakan market, termasuk di kode forex emas yang geraknya terkenal cepat dan sensitif.

Nah, alasan kenapa trader dan analis teknikal perlu paham candlestick juga sebenarnya sederhana. Dari pola ini, kita bisa nangkap suasana pasar, lagi ragu, mau balik arah, atau lanjut tren. 

Itu sebabnya candlestick sering dipakai sebagai petunjuk entry dan exit, biar keputusan trading tidak asal tebak, tapi ada dasar yang bisa dipahami orang awam sekalipun.

Struktur Dasar Candlestick

Sekarang kan pembaca sudah tahu pengertiannya, sekarang lanjut ke Struktur Dasar Candlestick. Dari struktur ini, kalian bisa mulai paham gimana harga bergerak dalam satu waktu.

Kalau bagian dasarnya sudah kebayang, baca chart jadi jauh lebih mudah. Adapun berikut Struktur Dasar Candlestick yang perlu dipahami : 

Komponen Candlestick
Penjelasan 
Body (Badan)Bagian utama candlestick yang kelihatan tebal dan nunjukin jarak antara harga buka dan harga tutup. Kalau bodynya panjang, berarti harga lagi jalan kencang. Kalau pendek, market lagi down.
Wick / Shadow AtasGaris tipis di atas body. Tandanya harga sempat naik, tapi tidak kuat bertahan dan akhirnya turun lagi. Artinya ada tekanan jual.
Wick / Shadow BawahGaris tipis di bawah body. Artinya harga sempat turun, tapi ditahan lalu naik lagi. Sering jadi tanda buyer mulai muncul.
Bullish CandleBerwarna hijau atau putih. Harga nutup lebih tinggi dari harga buka, tandanya buyer lagi lebih dominan.
Bearish CandleWarna merah atau hitam. Harga nutup lebih rendah dari harga buka, berarti seller lagi pegang kendali.

Kategori Pola Candlestick

Selain struktur dasarnya, kategori pola candlestick juga tidak kalah penting untuk dipahami. Karena dari sini kalian tidak hanya lihat bentuk lilinnya saja, tapi juga tahu maksud di balik gerakannya. 

Nah, secara umum, pola candlestick dibagi jadi tiga kategori besar berikut : 

Kategori Pola CandlestickPenjelasan 
Pola Pembalikan (Reversal)Muncul setelah tren jalan cukup lama dan jadi tanda kalau harga mulai kehabisan arah lama lalu berpotensi berbalik.
Pola Kelanjutan (Continuation)Muncul saat tren lagi jeda sebentar dan ngasih isyarat kalau harga mungkin bisa lanjut searah tren sebelumnya.
Pola IndecisionMenunjukkan kondisi pasar lagi imbang dan ragu, buyer dan seller saling tarik-menarik, jadi lebih aman nunggu sinyal lanjutan.

Pola Candlestick dan Cara Membacanya

pola candlestick

Tibalah kita di pembahasan Pola Candlestick dan Cara Membacanya. Ini nih bagian intinya, karena disinilah kalian mulai belajar mengartikan bahasa chart secara langsung.

1. Pola Satu Lilin (Single Candlestick Patterns)

Pola satu lilin dipakai buat nangkap gambaran awal kondisi pasar. Contohnya, Hammer sering kelihatan setelah harga turun cukup jauh dan memberi sinyal kalau tekanan jual mulai melemah. 

Sebaliknya, Shooting Star muncul setelah harga naik dan menunjukkan kalau dorongan naik sudah mulai kehilangan tenaga. 

Sementara itu, Doji menandakan pasar lagi ragu-ragu karena buyer dan seller sama kuatnya, jadi arah harga belum kelihatan jelas.

2. Pola Dua Lilin (Double Candlestick Patterns)

Kalau pola dua lilin, biasanya arah market mulai kelihatan. Bullish Engulfing muncul saat candle naik nutup pergerakan sebelumnya, tandanya buyer mulai pegang kendali dan dorong harga ke atas. 

Sebaliknya, Bearish Engulfing menunjukkan jika seller yang mulai ambil alih, jadi bikin harga berpotensi bergerak turun.

3. Pola Tiga Lilin (Triple Candlestick Patterns)

Kalau pola tiga lilin, pergerakan harga sudah kelihatan arahnya. Morning Star itu muncul saat harga sudah turun lama, lalu mulai berhenti dan pelan-pelan naik lagi, tandanya pasar mulai berubah pikiran. 

Evening Star kebalikannya, muncul setelah harga naik, tapi lalu kelihatan berat buat lanjut, seolah harga mulai capek naik.

Kalau kelihatan Three White Soldiers, bayangkan harga naik terus tiga kali berturut-turut tanpa banyak hambatan, tandanya dorongan naik lagi kuat. 

Sebaliknya, Three Black Crows itu harga turun terus tiga kali berurutan, yang menunjukan tekanan turun lagi kencang.

Risiko dan Batas Pola Candlestick

Terakhir, penting diingat kalau pola candlestick itu hanya alat bantu, bukan jaminan harga akan bergerak sesuai prediksi. Jadi meski polanya kelihatan bagus, hasilnya tetap bisa meleset. 

Apalagi saat market geraknya tidak karuan, sinyal candlestick sering kelihatan meyakinkan tapi ujung-ujungnya malah bikin salah ambil posisi.

Makanya, jangan hanya mengandalkan pola saja. Tetap pakai manajemen risiko, atur batas rugi, dan pakai modal yang memang siap dipakai belajar. 

Intinya, jangan trading pakai uang yang kalau hilang bikin stres ya. Kalau mindset ini sudah kebentuk, candlestick jadi lebih aman dipakai.

Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan mengenai Pola Candlestick. Simak artikel menarik lainnya di CFD artinya apa biar wawasamu bisa semakin luas soal trading.

Eshter

enthusiast Trading Forex yang sedang Proses mendalami Dan Suka Sharing Pengatahun Trading

Bagikan:

Tags: