Bagi sebagian orang, istilah korelasi pair forex memang terdengar agak asing, apalagi kalau kalian masih baru nyemplung ke dunia trading. Sekilas kelihatan ribet, padahal konsepnya sendiri cukup sederhana dan sering kejadian di market.
Tapi sebenarnya, apa alasan kenapa trader perlu paham soal korelasi pair forex? Jadi, korelasi itu bicara soal hubungan gerak antar pasangan mata uang. Ada yang searah, ada yang kebalikannya, dan ada juga yang jalannya sendiri-sendiri.
Kalau sudah paham, trader jadi lebih aware saat buka posisi, tidak mudah asal masuk ke banyak pair yang ternyata pergerakannya saling mengikuti, dan akhirnya keputusan trading pun terasa lebih rapi dan tidak serba nebak.
Contents
Apa Itu Korelasi Pair Forex?

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan korelasi pair forex? Bar makin kebayang, meski tadi sudah disinggung sedikit, jadi korelasi pair forex itu hubungan gerak antar pasangan mata uang.
Ada pair yang kalau satu naik, yang lain ikut naik, ada juga yang malah kebalikannya, bahkan ada yang geraknya santai sendiri tanpa terlalu peduli pair lain.
Hubungan ini biasanya dilihat dari angka korelasi antara -1 sampai +1, makin mendekati +1 berarti makin sering jalan bareng.
Tapi jika mendekati -1 berarti sering berlawanan arah, dan kalau di sekitar nol ya tandanya hubungannya tidak terlalu kuat.
Contoh mudahnya gini, EUR/USD dan GBP/USD sering kelihatan kompak karena sama-sama dipengaruhi dolar.
Sedangkan EUR/USD dan USD/CHF seringnya malah saling ngelawan, dan dari sini trader bisa punya gambaran pasar.
Jenis Korelasi Pair Forex
Sebenarnya, dari pembahasan di atas pasti sudah mulai kebayang kalau korelasi pair forex itu tidak hanya satu macam saja.
Ada beberapa jenis korelasi dengan karakter yang beda-beda. Nah, biar makin paham dan tidak hanya sekadar tahu istilahnya, kita bahas satu per satu jenis korelasi pair forex di bawah ini :
1. Korelasi Positif
Kondisi saat dua pair sering kelihatan kompak. Kalau yang satu naik, yang satunya lagi ikut gerak ke arah yang sama. misalnya EUR/USD dan GBP/USD, karena sama-sama berurusan dengan dolar.
2. Korelasi Negatif
Kalau yang ini justru kebalikannya. Saat satu pair naik, pair lain malah turun. Contoh yang cukup dikenal adalah EUR/USD dengan USD/CHF, yang pergerakannya sering saling berlawanan.
3. Korelasi Nol atau Netral
Di sini, dua pair tidak punya pola hubungan yang jelas. Kadang searah, kadang berlawanan, atau malah jalan masing-masing. Keadaan ini bikin trader lebih bebas ngatur posisi.
Bagaimana Korelasi Pair Forex Dihitung

Cara bacanya sebenarnya cukup sederhana. Karena hanya dilihat dari pergerakan harga dua pasangan mata uang di satu periode waktu tertentu.
Lalu kemudian dibandingkan pakai hitungan statistik seperti koefisien korelasi (yang biasa dikenal adalah Pearson correlation).
Perhitungannya sendiri mengandalkan data historis, jadi makin panjang dan relevan periode waktunya, makin kelihatan juga pola hubungan antar pair tersebut.
Menariknya, trader tidak perlu repot ngitung manual, karena platform trading dan tools analisis sudah menyediakan fitur kalkulasi korelasi otomatis, jadi tinggal dipakai.
Contoh Korelasi Pair Forex
Biar pembaca bisa makin kebayang di praktiknya, berikut contoh pasangan mata uang yang menunjukkan hubungan korelasi di pasar:
| Jenis Korelasi | Pasangan Mata Uang | Penjelasan |
|---|---|---|
| Positif | EUR/USD – GBP/USD | Dua pair ini sering bergerak searah karena sama-sama dipengaruhi pergerakan dolar AS. |
| Positif | AUD/USD – NZD/USD | Biasanya jalan bareng karena karakter ekonomi Australia dan Selandia Baru mirip. |
| Positif | EUR/JPY – GBP/JPY | Saat sentimen pasar sama, pergerakannya sering kelihatan kompak. |
| Negatif | EUR/USD – USD/CHF | Sering bergerak berlawanan karena posisi USD yang saling terbalik. |
| Negatif | GBP/USD – USD/JPY | Kalau dolar menguat di satu pair, biasanya melemah di pair satunya. |
Faktor yang Mempengaruhi Korelasi Pair Forex

Apakah korelasi pair forex juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor? Oh tentu saja. Pergerakan antar pasangan mata uang tidak terjadi begitu saja.
Dalam artian, ada banyak faktor yang ikut bermain di belakang layar. Berikut diantaranya :
1. Kondisi fundamental ekonomi
Mata uang itu geraknya ikut kabar bank sentral, inflasi, dan suku bunga. Kalau situasinya mirip, wajar saja kalau pair-pair tertentu ikut gerak kompak.
2. Sentimen pasar global & isu geopolitik
Begitu pasar lagi tegang atau banyak berita besar, reaksi mata uang sering kompak. Ada yang langsung diburu, ada juga yang ditinggal rame-rame.
3. Mata uang komoditas & safe-haven
Mata uang komoditas biasanya ikut kebawa harga barang yang jadi andalannya, misalnya saat harga naik ya ikut terdorong, saat turun ya ikut melemah.
Sementara itu, mata uang safe-haven sering jadi pilihan ketika pasar lagi tidak jelas arahnya, jadi dananya pindah ke sana. Dari kebiasaan inilah, hubungan antar pair bisa terbentuk.
Resiko dan kekurangan Korelasi Pair Forex
Korelasi pair forex ternyata juga punya risiko dan kekurangannya sendiri, jadi jangan dikira selalu aman ya. Berikut beberapa kekurangan yang dimaksud :
| Risiko / Kekurangan | Penjelasan |
|---|---|
| Nilai korelasi bisa berubah-ubah | Hubungan antar pair tidak selalu tetap. Saat kondisi pasar berubah, korelasi yang tadinya kuat bisa melemah. |
| Terlalu bergantung pada data historis | Data masa lalu hanya gambaran, bukan jaminan. Pasar bisa bereaksi beda di kondisi tertentu, jadi korelasi lama belum tentu kejadian lagi. |
Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan mengenai Korelasi Pair Forex. Cek artikel lainnya di Apakah Bisa Kaya dari Trading Forex.




