Para trader penting untuk memahami cara menentukan order block, baik buat retail atau institusi. Karena order block itu diibaratkan seperti area di chart tempat banyak trader besar atau institusi menaruh order, yang sering bikin harga berhenti atau balik arah.
Kalau kalian tahu di mana order block-nya, entry dan exit trading jadi lebih pas, risiko lebih terkendali, dan trading tidak hanya asal ikut-ikutan harga saja.
Lalu, bagaimana cara menentukan order block? Biar lebih jelas, langsung saja simak uraian selengkapnya di bawah ini !
Contents
Apa Itu Order Block?

Seperti biasa, sebelum masuk ke topik utama tentang Cara Menentukan Order Block, kita bahas dulu apa itu order block.
Order block itu adalah zona di chart tempat trader besar atau institusi melakukan transaksi besar-besaran, baik untuk beli atau jual.
Karena ada tekanan volume yang kuat, area ini sering jadi titik penting yang bikin harga jadi tertahan, memantul, atau berbalik arah.
Dalam praktiknya, faktor kecil seperti contoh spread forex juga bisa berpengaruh, karena spread yang melebar kadang bikin entry di sekitar order block jadi kurang presisi.
Nah, order block sendiri ada 2 jenis. Berikut perbedaannya :
- Bullish order block : area dari candle turun terakhir sebelum harga naik kencang. Artinya institusi lagi banyak beli.
- Bearish order block : area dari candle naik terakhir sebelum harga turun tajam. Artinya institusi lagi banyak jual.
Bedanya dengan supply & demand biasa apa ? Supply & demand itu area umum. Sementara untuk order block lebih spesifik lagi.
Karena fokus ke candle terakhir untuk pergerakan besar. Jadi levelnya sering lebih presisi dan lebih dekat dengan aktivitas smart money.
Cara Menentukan Order Block

Langsung saja ya kita masuk ke topik utama yaitu Cara Menentukan Order Block. Kalau tadi sudah dibahas dasar-dasarnya, sekarang pasti makin penasaran gimana cara nentuin OB dengan benar.
Tenang, langkah-langkahnya simpel kok. Berikut tutorialnya :
1. Identifikasi Tren Pasar
Cara Menentukan Order Block pertama adalah lihat dulu tren pasarnya. Harga lagi naik atau turun. Dengan tahu arahnya, kalian jadi lebih mudah cari OB yang pas.
2. Cari Pergerakan Harga yang Signifikan (Impulse Move)
Lalu cari gerakan harga yang kelihatan kenceng. Biasanya candle-nya panjang, volumenya naik, dan harganya melesat cepat. Gerakan seperti ini jadi tanda kalau ada pemain besar yang lagi masuk.
3. Temukan Candle Terakhir Sebelum Pergerakan Besar
Cara Menentukan Order Block selanjutnya, cari candle terakhir sebelum harga bergerak kencang. Candle inilah yang jadi nyawa dari sebuah Order Block.
4. Tentukan Zona/Kawasan Order Block
Kalau candlenya sudah ketemu, tinggal bikin zona Order Block-nya. Caranya, tandai area dari open sampai close candle itu, dan kalau mau lebih aman boleh tambahkan sedikit bagian ekornya.
5. Tunggu Kunjungan Kembali ke Zona
Langkah kelima, tunggu harga balik ke zona Order Block. Saat harga retest itulah biasanya muncul peluang entry yang paling aman.
6. Konfirmasi Entry
Terakhir, lakukan konfirmasi sebelum entry. Kalian bisa cek volume, RSI/Stochastic, atau lihat struktur pasar seperti higher high dan lower low.
Tips Entry dan Eksekusi berdasarkan Order Block
Sebagai tambahan dari pembahasan Cara Menentukan Order Block, di bawah ini ada beberapa tips entry dan eksekusi biar makin mantap waktu pakai Order Block :
- Entry saat retest Order Block sambil tunggu candle rejection sebagai konfirmasi tepat
- Tandai Order Block di timeframe besar lalu entry presisi di timeframe kecil
- Pasang stop loss di luar zona Order Block dan targetkan take profit
- Atur ukuran posisi sesuai toleransi risiko serta kondisi volatilitas pasar saat ini
- Jangan kejar harga yang sudah jauh meninggalkan zona OB karena berisiko
- Fokus pada satu atau dua setup terbaik, jangan buka banyak posisi sekaligus
- Screenshot setiap trade dan evaluasi hasil untuk meningkatkan konsistensi terus
Kesalahan Menentukan Order Block

Ada juga beberapa kesalahan yang sering trader lakukan saat menentukan order block. Biar kalian tidak kena jebakan yang sama, berikut beberapa kesalahan yang bisa terjadi :
| Kesalahan Umum | Penjelasan |
|---|---|
| Mengabaikan konteks tren atau lihat zona tanpa konfirmasi | Bisa salah baca order block dan mudah kejebak false breakout karena hanya lihat zona, tidak lihat arah pasar. |
| Entry terlalu cepat tanpa retest atau candle konfirmasi | Masuknya buru-buru, padahal harga belum kasih sinyal jelas. Akhirnya malah kena stop loss duluan. |
| Tidak konsisten pakai manajemen risiko | Sudah tahu penting, tapi sering dilanggar. Hasilnya, satu posisi salah bisa makan banyak modal. |
| Terlalu bergantung pada indikator | Semua dibaca dari indikator, tapi struktur pasar tidak dipahami. Akhirnya sinyal jadi rancu. |
Demikianlah penjelasan yang dapat disampaikan mengenai Cara Menentukan Order Block. Cek artikel menarik lainnya di Apa itu Komisi dalam forex.




